Peraturan dan Teknik Olahraga Lempar Cakram


A. Peraturan dalam Lempar Cakram


Setiap cabang olahraga selalu memiliki peraturan, seperti misalnya peraturan permainan bola basket, peraturan permainan bola voli, peraturan permainan golf, dan sebagainya. Pada cabang atletik pun kita memiliki aturan tertentu ketika hendak bermain lempar cakram. Ada sejumlah aturan penting yang bisa diketahui dan coba dimengerti dengan baik bila ingin menjadi atlet lempar cakram.

Sama seperti peraturan lembing yang masuk di dalam cabang olahraga atletik, pada peraturan olahraga lempar cakram juga kita perlu mengetahui detai tentang sarana dan prasarananya, peran juri, dan juga beberapa hal yang tidak boleh dilakukan (yang termasuk pelanggaran) serta hal-hal yang bisa diutamakan ketika melakukan olahraga ini.

1. Peraturan Lapangan

Setiap lapangan olahraga selalu memiliki ukuran tertentu yang disesuaikan untuk kebutuhan jenis olahraganya, pun begitu dengan lempar cakram. Tentang lapangan, selalu ada ukuran tertentu untuk lapangan setiap cabang olahraga. Untuk itu, cabang olahraga atletik ini memiliki tersendiri yang perlu diketahui oleh atlet lempar cakram. Berikut ini adalah ukuran lapangan lempar cakram yang sudah ditentukan standarnya dan telah dianggap sah untuk menjadi tempat diselenggarakannya pertandingan.
  • Diameter dan lingkaran tempat untuk melempar cakram, utamanya untuk perlombaan atau pertandingan resmi adalah 2,5 meter.
  • Bahan material yang resmi dari lingkaran tempat untuk melempar terbuat dari baja atau metal.
  • Permukaan penutup tempat untuk melempar yang digunakan adalah material yang tidak licin dan harus rata atau datar. Sehingga memungkinkan untuk bagian tersebut terbuat dari aspal, semen atau bahan rata lainnya.
  • Menggunakan pagar atau pembatas kawat di sekeliling daerah lingkaran lemparan sebagai jaminan keselamatan penonton, peserta, dan petugas pada saat pertandingan lempar cakram.
  • Bentuk lapangan harus mirip dengan huruf C yang memiliki diameter berukuran 7 meter dengan ukuran mulut atau bagian terbuka sepanjang 3,3 meter.
  • Sektor lemparan yang terbentuk dari garis yang berbentuk sudut 40° pada pusat lingkaran.

2. Peraturan Perlengkapan Cakram

Peraturan mengenai berat dan ukuran cakram yang dipakai pada pertandingan haruslah memenuhi standar yang telah ditetapkan secara resmi. Dari segi berat dsn ukuran, tentu saja dibedakan antara nomor lempar cakram putra dan putri. Berikut ini adalah peraturan mengenai berat, ukuran dan bahan dari cakram yang digunakan dalam pertandingan.
  • Berat cakram untuk nomor lempar cakram putri adalah 1 kg dengan diameter cakram sepanjang 180-182 mm.
  • Berat cakram untuk nomor lempar cakram putra adalah 2 kg dengan diameter sepanjang 219-221 mm.
  • Bahan pembentuk cakram yang sesuai dengan standar resmi yang telah ditetapkan terbuat dari material kayu. Bahan lain yang keras seperti kayu pun dapat digunakan asal memiliki bingkai yang terbuat dari besi.
  • Bingkai cakram memiliki bentuk lingkaran penuh dan di bagian tengah cakram terdapat sebuah beban yang dapat dilepas dan dipindahkan bila memang diperlukan.
  • Diameter cakram memiliki ukuran sepanjang 220 cm.

3. Peraturan Permainan dan Pelanggaran

Di dalam permainan olahraga lempar cakram terdapat sejumlah peraturan yang sebaiknya juga diperhatikan oleh para atlet agar dapat terhindar dari diskualifikasi yang menjadi penyebab tidak bisanya melanjutkan kompetisi. Beberapa peraturan di dalam permainan itu diantaranya:
  • Olahraga lempar cakram diawali dari sikap berdiri dan siap di dalam lingkaran. Peserta tidak diperbolehkan menginjak garis lingkaran, terlebih lagi meninggalkan lingkaran sebelum posisi berdiri tersebut dianggap sah lewat setengah lingkaran bagian dalam oleh juri. Peserta yang ada di awal putaran jatuh ke belakang.
  • Tubuh peserta yang terlalu membungkuk ke arah depan. Tubuh hanya melakukan perputaran di tempat. Peserta melakukan lompatan yang terlalu tinggi di udara.
  • Berat badan peserta yang bertumpu di bagian kaki depan dan membiarkannya jatuh.
  • Ketegakan kaki peserta sehingga membuat penempatan menjadi tidak sempurna atau mengalami kesalahan
  • Peserta melakukan lemparan sebelum waktunya atau terlalu dini mendahului aba-aba.
  • Pengukuran hasil lemparan dilakukan dengan lemparan yang dtarik dengan sumber dari bekas tempat jatuhnya cakram persis di mana paling dekat dengan tepi pada balok. Ketika terdapat 8 orang peserta atau lebih, peserta akan diberikan hak melempar sebanyak 3 kali dan juri yang akan menentukan 8 pelempar terbaik menuju final. Kesempatan melempar menjadi 6 kali dan langsung masuk final apabila peserta lomba di bawah jumlah 8 orang.

4. Juri

Selain peraturan lapangan dan cakram yang sudah ditentukan, juri dari lempar cakram pun memiliki beberapa aturan dan tugas tertentu selama mengawasi jalannya pertandingan lempar cakram. Secara umum untuk olahraga manapun, diperlukan juri yang jujur, tegas, jeli, adil dan berwibawa untuk mendukung perlombaan yang memiliki sportivitas tinggi. Pada pertandingan lempar cakram, jumlah juri yang ditugaskan adalah 5 orang. Setiap juri tersebut memiliki tugas yang berbeda-beda dan setiap atlet juga perlu mengetahui tugas dari masing-masing juri. Berikut adalah tugas dari tiap juri pada pertandingan lempar cakram.
  • Juri 1 - bertugas memanggil peserta pertandingan dan bersama juri 2 mengawasi gerakan kaki atlet jika mengalami kesalahan di sisi lingkaran saat pelemparan melakukan gerakan putaran, misalnya ketika kaki berada di belakang lingkaran lempar.
  • Juri 2 - dengan bersiap memegang pengeras suara, juri 2 mengawasi gerak kaki peserta di sisi lingkaran untuk mengecek bila terjadi kesalahan, seperti misalnya ketika cakram tengah dilepaskan dari tangan si peserta yang melempar. Pemberitahuan kesalahan dapat menggunakan pengeras suara yang dibawa dan juga mengangkat bendera sebagai isyarat ketika lemparan yang dilakukan peserta tidak sah.
  • Juri 3 - memiliki tugas untuk menempatkan alat pengukur setelah penempatan bendera penanda tempat jatuhnya cakram. Alat pengukur ini umumnya disebut dengan ujung pita meteran.
  • Juri 4 dan juri 5 - memilili tugas yang sama sebagai pengamat tempat jatuhnya cakram.
Sebagai catatan, apabila terdapat peserta yang kidal pada sebuah peraturan lempar cakram, maka posisi juri maupun wasit akan mengalami perubahan yang disesuaikan dengan peserta.

5. Hal Penting untuk Dilakukan dalam Lempar Cakram

Selain dari poin-poin yang sudah disebutkan sebelumnya, ada hal-hal lain yang juga lebih penting dan perlu diutamakan pada perlombaan lempar cakram. Dengan melakukan hal-hal di bawah ini, performa setiap peserta akan menjadi lebih baik dan meningkatkan peluang keberhasilan melempar.
  • Melakukan putaran secara sempurna dan memang dianjurkan juga untuk melakukan putaran besar antara tubuh bagian bawah dan atas.
  • Cakram perlu di dorong melewati lingkaran.
  • Peserta harus mencapai jarak yang cukup di saat melayang melintasi lingkaran.
  • Peserta harus mendarat dengan jari-jari kanan lalu memutar secara progresif.
  • Peserta harus mendarat menggunakan kaki kanan dan wajib tepat di titik pusat lingkaran serta kaki kiri yang sedikit ke arah kiri dari garis lemparan.

6. Hal Penting yang Harus Dihindari dalam Lempar Cakram

Selain ada hal-hal yang perlu diutamakan, ada juga hal-hal yang penting untuk tidak dilakukan karena ini bisa jadi malah mengganggu performa peserta atau malah menjadikan peserta melakukan pelanggaran.
  • Peserta di awal putaran jatuh ke belakang.
  • Tubuh terlalu membungkuk ke arah depan.
  • Tubuh berputar di tempat saja.
  • Peserta melompat terlalu tinggi di udara.
  • Peserta menumpukan berat badan di bagian kaki depan dan membiarkannya jatuh.
  • Kaki peserta terlalu tegang sehingga akhirnya penempatan menjadi tidak sempurna atau salah.
  • Peserta melakukan lemparan sebelum waktunya; pada banyak kasus, peserta melempar terlalu dini.

B. Teknik Lempar Cakram

Cara melakukan teknik gerakan lempar cakram adalah sebagai berikut.

1. Cara Melakukan Awalan

Posisi berdiri menyamping arah lemparan. Kaki direnggangkan selebar badan, sedikit ditekuk dan rileks. Berat badan pada kedua kaki. Pusatkan perhatian dan lakukan persiapan untuk melakukan awalan agar mantap. Kemudian, cakram diayun-ayunkan ke samping kanan belakang lalu ke kiri. Gerakan ini diulang-ulangi dua tiga kali dilanjutkan dengan awalan berputar.

Lengan yang memegang cakram diayunkan ke samping kanan-belakang diikuti oleh gerakan melilin badan ke kanan, kaki kiri mengikuti gerakan dengan tumit agak terangkat. Kemudian, cakram diayun ke samping kiri diikuti oleh badan dipilin ke kiri dengan tangan kiri di bawah ke kiri juga, berat badan dipindahkan ke kaki kiri, kaki kanan kendor dan tumit sedikit terangkat.

2. Sikap Badan Saat Melempar Cakram

Kaki kanan ditolakkan untuk mengangkat panggul dari posisi rendah di atas kaki kanan didorong ke depan-atas, selanjutnya badan yang semula condong ke belakang dan terpilih ke kanan diputar ke kiri diikuti dengan gerakan panggul yang memutar ke kiri pula. Berat badan dipindahkan dari kaki kanan ke kaki kiri. Setelah posisi badan seiap lempar, dengan waktu yang tepat cakram dilemparkan ke arah depan-atas.

3. Cara Melemparkan Cakram

Lepasnya cakram setinggi dagu dengan lengan lurus ke depan, sudut lemparan kira-kira 30 derajat. Cakram terlepas dari pegangan dengan berputar menurut putaran jarum jam, putaran cakram terjadi karena tekanan dari jari telunjuk.

4. Sikap Badan Setelah Melempar Cakram

Lepasnya cakram diikuti dengan badan yang condong kedepan. Pandangan mengikuti jalannya cakram.

Teknik lemparan cakram
Demikianlah pembahasan mengenai "Peraturan dan Teknik dalam Lempar Cakram", semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat untuk anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel