Pembahasan dan Contoh Soal SBMPTN Kimia Kesetimbangan

Pembahasan soal SBMPTN bidang study kimia tentang
kesetimbangan kimia ini meliputi beberapa subtopik
dalam bab kesetimbangan kimia yaitu jenis-jenis
kesetimbangan kimia, penentuan harga konstanta
kesetimbangan, derajat disosiasi, faktor-faktor yang
mempengaruhi kesetimbangan kimia, pergeseran
kesetimbangan dan sistem kesetimbangan kimia dalam
proses industri. Dari beberapa soal yang pernah keluar
dalam soal SBMPTN bidang study kimia, model soal
tentang kesetimbangan kimia yang sering keluar antara
lain menentukan tetapan kesetimbangan reaksi,
menentukan konsentrasi suatu senyawa jika tetapan
kesetimbangan dietahui, menentukan tatapan
kesetimbangan suatu reaksi berdasarakan tetapan
kesetimbangan reaksi lain yang masih berhubungan,
menganalisis faktor yang mempengaruhi
kesetimbangan dan pergeseran kesetimbangan,
menentukan tekanan total sistem, mengidentifikasi
reaksi yang menghasilkan produk lebih banyak jika
volume diperkecil, menentukan tetapan kesetimbangan
konsentrasi suatu reaksi, dan menentukan tekanan
parsial.
Soal 1
Perhatikan reaksi berikut:
A + B ⇆ C + D
Jika satu mol A dicampur dengan satu mol B dan pada
kesetimbangan terdapat 0,2 mol A, maka tetapan
kesetimbangan reaksi di atas adalah ...
A. 0,4
B. 1,6
C. 4
D. 8
E.16
Pembahasan :
A +
B ⇆
C +
D
m :
1
1
r :
0,8
0,8
0,8
0,8
s :
0,2
0,2
0,8
0,8
Tetapan kesetimbangan:
⇒ K =
[C][D]
[A][B]
⇒ K =
0,8(0,8)
0,2(0,2)
⇒ K =
0,64
0,04
⇒ K = 16
Jawaban : E

Soal 2
Jika pada kesetimbangan W + X ⇆ Y + Z tetapan
kesetimbangan K = 1, dan konsentrasi W sama dengan
2 kali konsentrasi Y, maka konsentrasi X sama dengan
...
A. 4 x konsentrasi Z
B. 2 x konsentrasi Z
C. Konsentrasi Z
D. ½ x kosentrasi Z
E. ¼ x kosentrasi Z
Pembahasan :
Tetapan kesetimbangan
⇒ K =
[Y][Z]
[W][X]
⇒ 1 =
[Y][Z]
[2Y][X]
⇒ 1 =
[Z]
2[X]
⇒ 2[X] = [Z]
⇒ [X] = ½[Z]
Jawaban : D
Baca juga : Pembahasan SBMPTN Kimia Hidrokarbon.

Soal 3
Untuk reaksi H 2(g) + I2 (g) ⇆ 2HI(g) diketahui
konsentrasi awal gas H 2 = 0,20 mol/L dan I2 = 0,15
mol/L. Jika pada saat kesetimbangan masih tersisa I2
= 0,05 mol/L, maka harga tetapan kesetimbangannya
adalah ...
A. 2
B. 4
C. 8
D. 16
E. 32
Pembahasan :
H 2 (g) +
I 2(g) ⇆
2HI(g)
m :
0,20
0,15
r :
0,10
0,10
0,20
s :
0,10
0,05
0,20
Tetapan kesetimbangan:
⇒ K =
(HI) 2
(H 2 )(I2 )
⇒ K =
(0,20) 2
(0,10)(0,05)
⇒ K =
0,04
0,005
⇒ K = 8
Jawaban : C

Soal 4
Jika tetapan kesetimbangan untuk reaksi 2X + 2Y ⇆
4Z adalah 0,04 maka tetapan kesetimbangan untuk
reaksi 2Z ⇆ X + Y adalah ...
A. 0,2
B. 0,5
C. 4
D. 5
E. 25
Pembahasan :
Tetapan kesetimbangan untuk 2X + 2Y ⇆ 4Z
⇒ K 1 =
[Z] 4
[X] 2[Y] 2
Advertisements
Tetapan kesetimbangan untuk 4Z ⇆ 2X + 2Y
⇒ K 2 =
[X] 2[Y] 2
[Z] 4
⇒ K 2 = 1/K 1
⇒ K 2 = 1/0,04
⇒ K 2 = 25
Tetapan kesetimbangan untuk 2Z ⇆ X + Y
⇒ K 3 =
[X][Y]
[Z] 2
⇒ K 3 = √K 2
⇒ K 3 = √25
⇒ K 3 = 5
Jawaban : D
Baca juga : Pembahasan SBMPTN Kimia Senyawa
Organik.

Soal 5
Reaksi pembuatan belerang trioksida adalah reaksi
eksoterm
2SO 2 (g) + O2 (g) ⇆ 2SO 3(g)
Produksi belerang trioksida dapat meningkat dengan
cara ...
(1) menaikkan tekanan
(2) menambah katalis
(3) menurunkan suhu
(4) memperbesar volume
Pembahasan :
Jumlah mol gas pereaksi adalah 3 sedangkan jumlah
mol gas hasil reaksi adalah 2. Karena jumlah gas
pereaksi lebih besar, maka agar produksi belerang
trioksida meningkat dapat dilakukan beberapa cara
yaitu:
1. Memperbesar tekanan (1)
2. Memperkecil volume
Karena reaksi pembuatan belerang adalah reaksi
eksoterm, maka agar produksi meningkat maka suhu
harus diturunkan (3) agar kesetimbangan bergeser ke
kanan.
Jadi, opsi yang benar adalah 1 dan 3.
Jawaban : B

Soal 6
PCl5 dapat terdekomposisi menjadi PCl3 dan Cl 2
membentuk reaksi kesetimbangan
PCl5 ⇆ PCl3 + Cl 2
Bila pada temperatur 250 oC harga Kp untuk reaksi
tersebut adalah 2 dan PCl5 terdisosiasi sebanya 10%,
maka tekanan total sistem adalah ...
A. 198 atm
B. 180 atm
C. 150 atm
D. 50 atm
E. 20 atm
Pembahasan :
PCl5 ⇆
PCl3 +
Cl 2
m :
a
r :
0,1a
0,1a
0,1a
s :
0,9a
0,1a
0,1a
Dari rumus tetapan kesetimbangan:
⇒ Kp =
(0,1a)(0,1a)
(0,9a)
⇒ 2 =
0,01a 2
0,9a
⇒ 2 =
0,01a
0,9
⇒ a = 180
Tekanan total:
⇒ P = 0,9a + 0,1a + 0,1a
⇒ P = 1,1a
⇒ P = 1,1 (180)
⇒ P = 198 atm
Jawaban : A
Baca juga : Pembahasan SBMPTN Kimia Reaksi Senyawa
Karbon.

Soal 7
Reaksi kesetimbangan di bawah ini yang menghasilkan
lebih banyak produk reaksi jika volumenya diperkecil
adalah ...
A. 2NO(g) + O2 (g) ⇆ 2NO 2 (g)
B. C(s) + O2 (g) ⇆ CO 2 (g)
C. CaCO3 (s) ⇆ CaO(s) + CO 2 (g)
D. N 2 O4 (g) ⇆ 2NO 2(g)
E. 2HI(g) ⇆ H 2 (g) + I 2(g)
Pembahasan :
Jika volume diperkecil (tekanan diperbesar), maka
kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang
mempunyai koefisien kecil (jumlah mol lebih kecil).
Reaksi (A)
Jumlah mol gas pada pereaksi adalah 3 sedangkan
jumlah mol gas produk adalah 2. Karena jumlah mol
hasil reaksi lebih sedikit, maka kesetimbangan
bergeser ke kanan (dihasilkan lebih banya produk).
Reaksi (B)
Jumlah mol gas pada pereaksi adalah 1 sedangan
jumlah mol gas pada hasil reaksi adalah 1. Karena
jumlah molnya sama maka kesetimbangan tidk
bergeser.
Reaksi (C)
Jumlah mol gas pada pereaksi adalah 0 (tidak ada gas)
sedangkan jumlah mol gas pada hasil reaksi adalah 2.
Karena jumlah mol gas di pereaksi lebih kecil, maka
kesetimbangan bergeser ke kiri.
Reaksi (D)
Jumlah mol gas pada pereaksi adalah 1 sedangkan
jumlah mol gas pada hasil reaksi adalah 2. Karena
jumlah mol gas di pereaksi lebih kecil, maka
kesetimbanhan bergeser ke kiri.
Reaksi (E)
Jumlah mol gas pada pereaksi 2 sedangkan jumlah mol
gas pada hasil reaksi adalah 2. Karena jumlah molnya
sama, maka kesetimbangan tidak bergeser.
Jawaban : A

Soal 8
Pada reaksi A(g) + 2B(g) → C(g) + 2D(g) memiliki
konsentrasi awal A dan B masing-masing adalah 2,00 M
dan 1,50 M. Setelah kesetimbangan tercapai,
konsentrasi A menjadi 1,50 M. Harga Kc dari reaksi
tersebut adalah ....
A. 0,75
B. 0,67
C. 1,33
D. 0,33
E. 0,50
Pembahasan :
A(g) +
2B(g) →
C(g) +
2D(g)
m :
2M
1,5M
r :
0,5M
1M
0,5M
1M
s :
1,5M
0,5M
0,5M
1M
Kc merupakan tetapan kesetibangan konsentrasi,
ditentukan berdasarkan konsentrasi zat dan berlaku
untuk zat-zat yang berfase gas dan larutan.
Pada skema di atas kita sudah memperoleh konsentrasi
masing-masing zat pada kondisi setimbang (bagian s)
yaitu A = 1,5 M, B = 0,5 M, C = 0,5 M dan D = 1 M.
Tetapan kesetimbangan konsentrasi:
⇒ Kc =
[C][D] 2
[A][B] 2
⇒ Kc =
[0,5][1] 2
[1,5][0,5] 2
⇒ Kc =
0,5
0,375
⇒ Kc = 1,33
Jawaban : C
Baca juga : Pembahasan SBMPTN Kimia Inti dan Unsur
Radioaktif.

Soal 9
Reaksi kesetimbangan
Fe2 O3 (s) + 3CO(g) ⇆ 2Fe(s) + 3CO 2 (g) ΔH = -90 kJ
Supaya reaksi menjadi lebih sempurna berjalan ke arah
produksi maka ...
(1) suhu diturunkan
(2) konsentrasi CO diperbesar
(3) gas CO 2 yang terbentuk direaksikan dengan larutan
Ba(OH) 2
(4) tekanan diperbesar
Pembahasan :
Dari harga ΔH yang bernilai negatif dapat kita simpulka
bahwa reaksi tersebut adalah reaksi eksoterm. Pada
reaksi eksoterm ini, agar kesetimbangan bergeser ke
arah produk, maka beberapa cara yang dapat dilakukan
adalah:
1. Menurunkan suhu
2. Memperbesar konsentrasi CO
3. Memperbesar tekanan
Penurunan suhu menyebabkan kesetimbangan bergeser
ke arah reaksi eksoterm, Jika konsentrasi CO
diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke arah hasil
reaksi. Jika tekanan diperbesar, kesetimbangan akan
bergeser ke arah zat dengan jumlah mol kecil.
Jadi opsi yang benar adalah 1, 2, dan 3.
Jawaban : A

Soal 10
Pemanasan natrium bikarbonat akan menghasilkan CO 2
menurut reaksi
2NaHCO 3(s) ⇆ Na 2CO 3 (s) + CO 2 (g) + H 2O(g)
Jika pada 125o C nilai Kp untuk reaksi tersebut adalah
0,25 maka tekanan parsial (atm) karbondioksida dan
uap air dalam sistem kesetimbangan adalah ...
A. 0,25
B. 0,50
C. 1,00
D. 2,00
E. 4,00
Pembahasan :
Tetapan kesetimbangan tekanan (Kp) berdasar tekanan
parsial hanya berlaku untuk gas. Kp merupakan hasil
kali tekanan gas pada hasil reaksi dibagi hasil kali
tenakan gas pada pereaksi.
Pada persamaan reaksi di soal, pada bagian pereaksi
tidak ditemukan gas sehingga :
⇒ Kp = [PCO 2 ][PH 2O]
⇒ 0,25 = s.s
⇒ 0,25 = s2
⇒ s = 0,5 atm
Jawaban :

0 Response to "Pembahasan dan Contoh Soal SBMPTN Kimia Kesetimbangan"

Post a Comment