Sejarah Pembentukan BPUPKI, Tugas, Anggota, Serta Pembubarannya

Sejarah terbentuknya BPUPKI tidak lepas dari masa
pendudukkan Hindia-Belanda oleh Jepang pada bulan
Maret 1942 hingga berakhirnya Perang Dunia II pada
tahun 1945. Pada periode penundukkan oleh Jepang
ini, banyak hal-hal yang berperan besar dalam
terbentuknya Indonesia di masa depan, salah satunya
adalah pembentukan BPUPKI yang merupakan singkatan
dari Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia.
Sejarah BPUPKI
Pada tahun 1941, Jepang di medan Perang Dunia II
melakukan beberapa serangan terhadap daerah Inggris
dan Amerika, termasuk penyerangan besar-besaran
terhadap Pearl Harbor, pendaratan tentara Jepang di
Thailand dan Malaya, hingga perang Hong Kong.
Seluruh hal tersebut menyebabkan Amerika, Inggris,
Tiongkok, Australia, dan negara lain yang tergabung
dalam pasukan Sekutu menyatakan perang terhadap
Jepang. Pernyataan perang ini kemudian diikuti oleh
embargo minyak oleh Amerika, memaksa Jepang untuk
mencari lokasi yang bisa menghasilkan minyak bagi
mereka, dan tibalah mereka di Indonesia. Pendaratan
pasukan Jepang di Indonesia inilah yang kemudian akan
menggoreskan tinta pertama dalam sejarah
terbentuknya BPUPKI .
Suksesnya pendaratan Jepang ke Indonesia secara
tidak langsung adalah berkat Jerman, dimana pada saat
itu pihak Belanda sedang kewalahan menghadang
pasukan Jerman yang berniat menduduki negara
mereka. Karena hal itu, hanya butuh waktu kurang dari
tiga bulan sejak penyerangan Jepang pertama kali ke
Kalimantan sebelum akhirnya seluruh tentara Belanda
mampu diusir oleh tentara Jepang. Pada awalnya, tentu
pihak Indonesia menyambut hangat kedatangan Jepang
tidak hanya karena mereka mengusir Belanda yang
sudah lama menjajah Indonesia, tapi juga dengan
jargon 3A Jepang serta membawa nama “saudara tua”
Indonesia.
Sejarah terbentuknya BPUPKI belum akan tertulis pada
masa-masa awal pendudukkan Jepang di Indonesia,
dimana pada masa awal tersebut pendudukkan oleh
Jepang tidak terasa menyakitkan. Beberapa pemimpin
dan politisi Indonesia bahkan bekerja sama dengan
pihak Jepang dimana Jepang membiarkan elit lokal
tetap berkuasa dan hanya menggunakan mereka
sebagai suplai perindustrian Jepang dan sesekali
sebagai tambahan pasukan. Kerja sama antara
Indonesia dan Jepang ini membuat pihak Jepang
mampu memfokuskan perhatian mereka untuk
mengamankan jalur laut dan udara Indonesia sebagai
benteng pertahanan mereka melawan pihak sekutu.
Pada saat itu, Jepang membagi Indonesia menjadi tiga
bagian, yaitu Sumatera yang dipimpin oleh Tentara
ke-25, Jawa dan Madura dibawah Tentara ke-16, dan
Kalimantan serta Timur Indonesia oleh Angkatan Laut
ke-2.
Penjajahan ini memiliki efek yang berbeda pada setiap
orang tergantung dimana posisi mereka tinggal dan
apa jabatan mereka. Orang-orang yang tinggal di
daerah yang dinilai penting dalam perang, merasakan
penyiksaan, dijadikan budak pemuas nafsu se*s para
tentara, penahanan, pengeksekusian, dan kejahatan
perang lainnya. Ribuan masyarakat Indonesia juga
diambil secara paksa dan dibuat menjadi buruh yang
disebut romusha untuk mengerjakan proyek-proyek
militer Jepang seperti misalnya rel kereta Burma-Siam.
Ada sekitar 4 hingga 10 juta romusha dari Jawa, dan
banyak dari mereka yang tewas karena kelaparan dan
perawatan yang buruk oleh pihak militer Jepang. Dari
seluruh jumlah romusha dari Jawa ini, sekitar 270000
jiwa dikirim ke area lainnya yang diduduki Jepang, dan
hanya 52000 yang berhasil kembali dengan selamat.
Meskipun banyak persamaan, terutama di bagian
penyiksaan, jika tidak lebih parah antara pendudukkan
Jepang dan Belanda, ada satu hal yang amat berbeda
dan menjadi awal pergerakan kemerdakaan di
Indonesia. Pihak Jepang selalu mendorong dan
memotori sentimen nasionalistis Indonesia dengan
cara membuat institusi-institusi baru milik orang
Indonesia dan mempromosikan pemimpin nasionalis
baru seperti Sukarno. Keterbukaan ini mulai membuka
jalan bagi nasionalisme masyarakat Indonesia,
digabungkan dengan penghancuran banyak fasilitas
Belanda. Sayangnya, pada masa-masa awal ini semua
hanyalah omong kosong, dimana Jepang ternyata
melarang penggunaan kata “Indonesia” dan
penggunaan bendera nasional. Memang, Tokyo pada
tahun 1943 mempersiapkan kemerdekaan Filipina, tapi
mereka dari awal berniat untuk menjadikan Indonesia
sebagai bagian dari Great Japanese Empire.
Sejarah terbentuknya BPUPKI akhirnya dimulai ketika
Jepang mulai menyadari bahwa mereka sedang ada
dalam pihak yang kalah di Perang Dunia II. Tepatnya
pada 7 Sepmteber 1944, pihak Jepang mulai
menjanjikan omonga manis tentang kemerdekaan
Indonesia yang ditentang keras oleh pasukan angkatan
laut Jepang. Meski begitu, tentara ke-16 di Sumatra
mendirikan Central Advisory Board yang hanya
bertemu sekali. Tanpa peduli oposisi oleh pihak
angkatan laut, Maeda Tadashi mulai mengatur
pembicaraan bersama dua nasionalis Indonesia yaitu
Sukarno dan Hatta. Awalnya, niat Jepang adalah
membuat Indonesia menjadi negara boneka, tapi
kekalahan perang di teluk Leyte membuat Jepang
kehilangan harapan untuk itu. Jepang mulai merubah
pendekatan mereka dan mulai mengincar pencitraan
baik, yang lagi-lagi runtuh di depan mata mereka
dengan terjadinya pemberontakan oleh milisi PETA di
Blitar pada bulan Februari 1945.
1 Maret 1945, akhirnya Jepang memutuskan untuk
menuliskan tinta pertama dalam sejarah terbentuknya
BPUPKI dengan mendirikan badan ini di gedung yang
dulu digunakan oleh Volksraad pada masa
pemerintahan Belanda. Ada 59 orang yang tergabung
dalam badan ini dengan 8 orang Jepang. Pertemuan
pertama mereka diadakan pada 29 Mei hingga 1 Juni
dan membahas tentang integrasi nasional dimana
Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru
yang akan berdiri juga harus memasukkan Sarawak,
Sabah, Malaya, dan Portugal Timur, selain dari daerah
Hindia-Belanda. Selain itu ia juga menyarankan untuk
mengabaikan hukum internasional demi
mendeklarasikan seluruh area perairan adalah milik
Indonesia. Hal ini berdasarkan pada klaim teritori di
masa kerajaan Majapahit. Pertemuan kedua mereka
pada 10 Juli hingga 17 Juli adalah tentang konstitusi
untuk Indonesia. Badan ini kemudian dibubarkan pada
tanggal 7 Agustus 1945 karena dianggap telah
menyelesaikan tugas utama mereka untuk menyusun
rancangan undang-undang.

0 Response to "Sejarah Pembentukan BPUPKI, Tugas, Anggota, Serta Pembubarannya"

Post a Comment