Sejarah Panitia Sembilan : Anggota, Tugas, dan Pembentukan

Panitia sembilan adalah sebuah kepanitiaan kecil
dengan tugas khusus dan terdiri dari sembilan orang
anggota. Pembentukan panitia sembilan diprakarsai
oleh Ir. Soekarno setelah sebelumnya bertemu dengan
38 anggota BPUPKI ketika membicarakan masalah dasar
negara. Setelah kepanitian kecil tersebut terbentuk,
semuanya sepakat untuk mengangkat Ir. Soekarno
sebagai ketua panitia sembilan. Kepanitiaan ini sengaja
dibentuk untuk membantu tugas-tugas panitia delapan
yang bertugas untuk menangani masalah yang
berkaitan dengan dasar negara dan hubungan antara
agama dan negara.
Pembentukan Panitia Sembilan
Bagaimana latar belakang pembentukan panitia
sembilan? Mendekati hari akhir masa persidangan
pertama BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, ketua BPUPKI dr.
Radjiman Wediodiningrat membentuk sebuah kepanitian
kecil yang diketuai oleh Ir. Soekarno beranggotakan 8
orang. Panitia ini selanjutnya disebut panitia delapan.
Panitia ini bertugas untuk memeriksa dan
mengklasifikasi semua saran dan usulan yang masuk
baik lisan maupun tulisan yang berkaitan dengan
masalah dasar negara. Panitia ini bekerja dari tanggal 2
juni sampai dengan 9 Juli dalam masa reses BPUPKI.
Untuk mempersiapkan laporannya pada rapat tanggal
10 Juli 1945, panitia delapan mengambil inisiatif
mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI
yang kebetulan saat itu sedang berada di Jakarta.
Pertemuan tersebut digelar untuk melakukan
pembicaraan lebih lanjut mengenai berbagai tugas
pokok panitia delapan dalam mempersiapkan dasar
negara. Dalam pertemuan tersebut banyak usulan yang
masuk yang kesemuanya dapat dibagi menjadi 9
kategori, yaitu:
1. Indonesia merdeka selekas-lekasnya
2. Dasar Negara
3. Bentuk Negara (Federasi atau Uni)
4. Daerah negara Indonesia
5. Badan Perwakilan Rakyat
6. Badan Penasihat
7. Kepala Negara dan Bentuk Negara
8. Soal Pembelaan
9. Soal Keuangan
Usulan yang secara khusus berkaitan dengan dasar
negara secara garis besarnya diklasifikasikan sebagai
berikut:
1. Kebangsaan dan Ketuhanan
2. kebangsaan dan Kerakyatan
3. Kebangsaan, Kerakyatan, dan Ketuhanan
4. Kebangsaan, Kerakyatan, dan Kekeluargaan
5. Kemakmuran hidup bersama, kerohanian, dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Agama
Negara Ialah agama Islam
6. .Kebangsaan, Kerakyatan, dan Islam
7. Jiwa Asia Timur Raya
Di akhir pertemuan itulah, Soekarno berinisiatif untuk
membentuk kepanitian informal (tidak resmi) yang akan
bertugas untuk menyusun draft rancangan Pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yang
akan memuat dasar Negara.Berdasarkan kesepakatan,
panitia tersebut beranggotakan sembilan orang, yang
kemudian dikenal sebagai Panitia Sembilan. Sebagai
bentuk penghormatan pada golongan Islam, Soekarno
menetapkan komposisi anggota Panitia Sembilan ini
lebih seimbang daripada Panitia Delapan bentukan
BPUPKI, yaitu diisi 5 orang wakil golongan kebangsaan
dan 4 orang wakil golongan Islam.
Karena dianggap mampu untuk mempertemukan
pandangan dua golongan (Islam dan Kebangsaan),
semuanya sepakat untuk mengangkat Soekarno sebagai
ketua panitia sembilan. Soekarno pun mengakui
terdapat perbedaan pandangan pada dua golongan ini
berkaitan dengan masalah negara. Beliau pernah
berkata “Mula-mula ada kesukaran mencari kecocokan
paham antara kedua golongan ini”. Soekarno pun
berharap, dengan komposisi yang lebih seimbang maka
dapat diambil kesepakatan.
Anggota Panitia Sembilan
Para tokoh bangsa yang tergabung ke dalam anggota
Panitia Sembilan yang terdiri dari 5 anggota golongan
kebangsaan dan 4 anggota golongan Islam, antara lain
sebagai berikut:
1. Ir Soekarno (Ketua / Golongan Kebangsaan)
2. Drs. Mohammad Hatta (Wakil Ketua / Golongan
Kebangsaan)
3. K.H. A. Wahid Hasyim (Anggota / Golongan Islam)
4. Kahar Muzakir (Anggota / Golongan Islam)
5. Mr. A. A. Maramis (Anggota / Golongan
Kebangsaan)
6. Abikusno Tjokrosuyoso (Anggota / Golongan
Islam)
7. Mr. Achmad Soebardjo (Anggota / Golongan
Kebangsaan)
8. H. Agus Salim (Anggota / Golongan Islam)
9. Mr. Moh. Yamin (Anggota / Golongan Kebangsaan)
Tugas Panitia Sembilan
Panitia sembilan bertugas untuk merancang
pembukaaan Undang-undang Dasar Negara Republik
“Gentlemen’s Agreement” Indonesia. Tugas tersebut
berhasil dijalankan dengan baik setelah melewati
serangkaian pembicaraan dan perdebatan antara
golongan kebangsaan dan golongan Islam. Kesepakatan
dapat dihasilkan dengan bulat dalam pertemuan para
anggota panitia sembilan. Rancangan pembukaan
hukum dasar berhasil dihasilkan. Rumusan pembukaan
hukum dasar tersebut selanjutnya oleh Soekarno
rancangan Pembukaan UUD ini diberi nama
“Mukaddimah”, oleh Moh. Yamin dinamakan “Piagam
Jakarta”, dan oleh Sukiman Wirjosandjojo diberi nama
Selain itu, berhasil pula dirumuskan 5 dasar negara
Indonesia yang ikut tergabung dalam pembukaan UUD
tersebut, yang berbunyi:
1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan Syariat
Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia

0 Response to "Sejarah Panitia Sembilan : Anggota, Tugas, dan Pembentukan"

Post a Comment