Strategi dan Tips Agar Lolos SBMPTN Saintek Maupun Soshum


Menjadi Mahasiswa lewat Tes Masuk PTN ibarat mengikuti undian berhadiah‖, begitulah komentar seorang siswa SMU kelas tiga yang sedang bingung menghadapi kompetisi tahunan itu. Kenapa? Karena kebanyakan siswa sulit menebak mana yang lebih besar antara peluang suksesnya atau peluang gagalnya. Oleh karena itu tidak heran jika seluruh usaha dikerahkan oleh siswa SMA kelas tiga –dan sederajat– demi untuk meraih kursi di PTN
. Terkadang karena merasa tidak yakin dengan cara-cara yang benar seperti belajar giat dan berdo’a, mereka nekad melakukan segala cara, dan ambil jalan pintas yang cukup berbahaya : menyontek di waktu ujian atau menyewa joki yang berpengalaman. Dalam Tes Masuk PTN beberapa tahun lalu dilaporkan ada banyak kasus peserta yang menyontek dan kasus peserta yang memakai jasa joki.
Melakukan hal-hal di atas sangatlah tidak layak dikerjakan oleh siswa-siswi beriman, yang akan menjadi pemimpin masa depan. Di samping diharamkan oleh agama, juga tidak ada manfaatnya sedikitpun bagi siswa. Hal-hal seperti itu hanya akan memperbanyak manusia yang bermental penjudi : untung-untungan dan ingin sukses tanpa keluar keringat. Lalu apa sebenarnya yang harus kita siapkan untuk sukses di Tes Masuk PTN? Ada banyak hal yang harus kita siapkan. Mulai dari persiapan teknis operasional , persiapan mental-psikologis, persiapan penguasaan bahan yang diujikan sampai kepada strategi pemilihan jurusan. Hal yang terakhir inilah yang akan kita bahas dalam tulisan ini.
Banyak siswa SMA yang bingung memilih jurusan. Kebingungan ini bukan karena tidak memiliki strategi, kiat, jurus atau apapun namanya. Tapi justru itu terjadi karena banyaknya strategi ditawarkan. Padahal tidak semua strategi efektif digunakan untuk memilih jurusan . Oleh karena itu, hati-hati memilih sebuah strategi. Ketepatan memilih strategi merupakan sebuah strategi.
Pada hakikatnya memilih Jurusan bukan sekadar mau pilih apa, tapi bisa pilih apa dan apa bisa? Bukan hanya ku tahu yang ku mau, tapi ku mau yang ku tahu dan harus mau tahu. Memilih jurusan merupakan perkara mudah dan tidak perlu dibicarakan, jika adik-adik ikut tes hanya cobacoba adu nasib atau uji kemampuan tanpa target yang jelas. Namun hasil dari coba-coba tidak akan memuaskan adik-adik karena itu tak lebih dari bermain dadu. Pilihan jurusan akan optimal jika telah sesuai dengan kemampuan, minat, bakat dan prestasi belajar adik-adik, serta adik-adik telah tahu betul bagaimana sesungguhnya karakteristik jurusan yang dipilih. Hal itupun belum cukup, masih ada kemungkinan adik-adik terganjal oleh sistem yang berlaku pada Tes Masuk PTN jika tidak dipahami sekaligus disiasati. Lantas Strategi apa yang mesti dilakukan? Berikut ini merupakan Langkah yang harus dilakukan.

1.Mengetahui Kemampuan Umum, Bakat, dan Minat
Sebuah kenyataan yang pasti bahwa setiap individu memiliki kemampuan, bakat dan minat yang berbeda-beda. Dan kita menyakini bahwa tidak ada manusia yang Tuhan ciptakan sama dengan manusia yang lain. Namun sayangnya betapa banyak orang yang tidak mampu mengenali kemampuan, bakat dan minat yang ada di dalam dirinya sendiri. Padahal kemampuan, minat dan bakat memiliki keterkaitan dengan jurusan yang akan kita pilih dan turut membantu keberhasilan dalam menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Untuk itu kepada mereka disarankan berkonsultasi
pada lembaga layanan dan Konsultasi psikologi.
Dalam tes-tes psikologi, kemampuan umum seseorang ditandai antara lain oleh kemampuan verbal, analisa, sintesa, logika dan kemampuan berhitung. Bakat bisa dikenali dari kecerdasan umum, kreativitas, inisiatif, ketekunan, stabilitas emosi, kemampuan berkomunikasi dan lain-lain. Sedangkan
minat antara lain bisa digali dengan memberikan gambaran situasi, kasus atau tugas yang dihadapkan padanya. Dan ini bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

2.Mengukur Prestasi Belajar
Prestasi belajar yang dimaksud tentu yang berkaitan dengan materi pelajaran yang diujikan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan UN (Ujian Nasional) yang tinggi sekalipun belum tentu lulus pada jurusan-jurusan favorit di PTN ternama pada Tes Masuk PTN. Agar kita mendapatkan gambaran yang benar tentang prestasi belajar kita maka upaya yang bisa kita lakukan adalah mengikuti Try Out. Kenapa harus Try Out? Karena Try Out merupakan ujian yang dibuat mirip dengan Tes Masuk PTN. Baik dari jumlah soal, komposisi soal, type soal, jumlah waktu yang disediakan maupun sistem penilaiannya. Lalu ukurlah seberapa banyak (berapa %) soal yang dapat dijawab, berapa waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk menjawab satu soal, apakah sudah mampu mencapai rata-rata 2 menit untuk setiap soal? Seberapa banyak soal yang dijawab benar dan berapa yang tergelincir salah ? Lakukan berulang kali sehingga kemampuan, ketelitian dan kecepatan dalam mengerjakan soal meningkat. Jika mungkin temukan cara yang tepat untuk mensiasati ujian di SBMPTN (namun itu semua tidak akan banyak manfaatnya jika adik-adik datang terlambat ketika try out, membuka buku cacatan, memakai kalkulator, menyontek dan mengerjakan soal lebih dari waktu yang disediakan). Semakin tinggi prestasi belajar yang dicapai berarti semakin besar peluang lulus, semakin banyak pilihan PTN dan jurusan yang bisa dimasuki, semakin banyak PTN dan jurusan yang bisa dijangkau.

3.Kenali Karakteristik PTN dan Jurusan yang Dipilih
Nama jurusan yang sama atau hampir sama pada berbagai PTN belum tentu memiliki jurusan dan pengembangan ilmu yang sama. Sebagai contoh jurusan teknik kelautan atau ilmu kelautan. ITB sebagai PTN yang berorientasi pada keteknikan lebih mengarahkan jurusan teknik kelautan pada industri rancang bangun bangunan pantai (perlindungan terhadap abrasi pantai oleh gelombang laut, pembangkit listrik tenaga gelombang), industri rancang bangun bagi eksplorasi dan eksploitasi mineral lepas pantai, perkapalan, infra struktur laut (jembatan laut, pelabuhan), konservasi lingkungan laut dan sebagainya. Sementara IPB yang berorientasi pertanian, ilmu kelautan difokuskan pada eksplorasi sumber hayati kelautan (tidak hanya perikanan). Sedangkan UNDIP, ilmu kelautan dikonsentrasikan di perikanan dan Universiatas Patimura mengkhususkan pada masalah oceanografi.
Paparan di atas mencoba menggambarkan betapa pentingnya calon mahasiswa mengenali dengan benar kekhususan (karakter) sebuah jurusan yang biasanya terkait dengan karakter PTN yang menaunginya.

4.Mencari Tahu Prospek Jurusan yang dipilih
Banyak calon mahasiswa yang sangat berpikiran sempit memandang prospek sebuah jurusan hanya dari cepat atau tidaknya waktu penyelesaian kuliah, banyak atau tidaknya lapangan pekerjaanyang tersedia, keren atau tidaknya jenis pekerjaan yang digeluti, besar atau kecilnya penghasilan yang diterima. Padahal semua hal itu sangat relatif. Karena cepat atau tidaknya menyelesaikan kuliahlebih ditentukan oleh kemampuan sang mahasiswa dalam menguasai perkuliahan. Banyak atau tidaknya lapangan pekerjaan lebih ditentukan oleh kreativitas dan kejelian melihat peluang. Kerenatau tidaknya sebuah pekerjaan tergantung bagaimana cara orang menikmatinya. Besar atau kecilnya penghasilan sangat ditentukan oleh faktor manusia itu sendiri dan Tuhan Sang Maha Pemberi Rezeki.

5.Memahami Dengan Benar Karakteristik Tes Masuk PTN
Keempat hal di atas sudah cukup sebagai pertimbangan untuk pemilihan jurusan di luar Tes Masuk PTN, tetapi tidak memadai untuk menembus Tes Masuk PTN. Banyak informasi yang perlu diketahui dari Tes Masuk PTN itu sendiri dan kaitannya dalam pemilihan jurusan. Informasi itu antara lain :

a. Tes Masuk PTN adalah ujian seleksi yang bisa dibilang ketat tingkat persaingannya (kompetitif) di negeri kita, paling tidak di antara ujian masuk perguruan tinggi yang lain. Yang dimaksud dengan tingkat persaingan di sini adalah jumlah siswa yang mengikuti Tes Masuk PTN sangat besar bila dibandingkan dengan daya tampungnya. Tapi bila kita melihat persaingan itu dari skala mikro yakni persaingan jurusan, kita akan menemukan tingkat persaingan yang tidak sama. Persaingan yang ketat biasanya akan kita temui pada jurusan-jurusan yang sangat favorit yang terdapat di Perguruan Tinggi yang juga favorit seperti : Kedokteran Umum UI, Teknik Industri ITB, Teknik Elektro UGM, Akuntasi UI, Manajemen UNPAD dan lain-lain. Oleh karena itu Tes Masuk PTN, sebagaimana sebagian besar aktivitas kehidupan yang lain,adalah persaingan. Dan sunnatullah dari setiap persaingan adalah : A small part of the participantswill become the winners, and the others will become the loosers. Sebagian kecil jadi pemenang,sisanya jadi pecundang. Untuk keluar sebagai pemenang dalam kompetisi tahunan ini tentu sajamembutuhkan persiapan yang optimal, tidak boleh setengah-setengan apalagi hanya belajar bilalagi ―mood‖ saja.

b. Tes Masuk PTN adalah sebuah tes seleksi yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan tes-tes
seleksi yang lain. Baik dari jenis soal, bobot soal dan kualitas soal, jumlah waktu pengerjaannya
dan cara menjawabnya.

 Rincian jumlah soal dan waktu yang tersedia dalam Tes Masuk PTN adalah sebagai berikut :
TKPA wajib untuk perserta jurusan kuliah IPA dan IPS(TPA(45 soal) + B,indo(15 soal) + B.ing(15 soal) + Mtk_Dasar(15 soal))
TKD Soshum(untuk kuliah jurusan IPS)(Sejarah(15 soal) + Geografi(15 soal) + Ekonomi(15 soal)+Sosiologi(15 soal))
TKD Saintek(untuk kuliah jurusan IPA)(Fisika(15 soal) + Kimia(15 soal) + Biologi(15 soal) + Mtk_IPA(15 soal))
TKPA = 105 menit
TKD Soshum = 75 Menit
TKD Saintek = 115 menit

 Semua jawaban harus dikerjakan di lembar jawabn dan komputer hanya akan memeriksa jawaban yang tercantum dalam lembar jawaban. Oleh karena itu semua peserta harus cermat dan seksama di dalam mengisinya sehingga tidak membuat kesalahan.

 Setiap jawabah salah akan mengakibatkan pengurangan nilai.
Oleh karena itu untuk menyelesaikan soal-soal Tes Masuk PTN membutuhkan kecepatan dan
ketepatan. Pikirkanlah masak-masak sebelum menjawab setiap soal dan manfaatkan waktu yang
ada dengan sebaik-baiknya.

c. Tes Masuk PTN adalah tes seleksi yang menggunakan kriteria dan sistem perhitungan tersendiri
yang berbeda dengan ujian-ujian lain.
 Sistem perhitungan nilai di Tes Masuk PTN tidak dihitung hanya berdasarkan : jika jawaban
benar +4, jika jawaban salah -1, tidak menjawab 0 (nol). Namun dilakukan dengan sistem
Perhitungan Nilai Nasional.

Tes Masuk PTN tidak mengenal nilai batas lulus (Passing Grade/Passing Score) yang dipatok
untuk menentukan kelulusan pada setiap juruasn di Tes Masuk PTN. Tetapi kelulusannya
ditentukan oleh daya tampung sebuah jurusan.

Bahwa di Tes Masuk PTN ada faktor-faktor yang menjadikan seorang peserta tidak diikutsertakan dalam proses penilaian, bukan karena nilai-nya tidak mencukupi, tapi karena melakukan beberapa kesalahan seperti : salah dalam mengisi nomor peserta dan atau kode naskah soal, nilai Tes Masuk PTN tidak lengkap dan lain-lain. Mungkin anda bertanya : berapa persenkah dari seluruh peserta Tes Masuk PTN yang tidak lulus disebabkan faktor-faktor di atas ? Jangan kaget bahwa peserta yang tidak lulus gara-gara hal di atas berjumlah 14 %. Angka ini hampir sama besarnya dengan rata-rata siswa yang lulus di Tes Masuk PTN setiap tahunnya.
Dikutip dari : Bimbel NF dengan beberapa pengeditan dari penulis

1 Response to "Strategi dan Tips Agar Lolos SBMPTN Saintek Maupun Soshum"

  1. artikel yang bagus..

    jangan lupa berkunjung juga ke http://www.elsos.net/

    ReplyDelete