Mengenal Aturan Nilai Mati Pada Tes USM PKN STAN


Nilai mati? Mungkin adik-adik masih ada yang kurang
paham dengan kata tersebut. Nilai mati ini diberlakukan
dalam ujian tulis USM STAN. Nilai mati adalah jumlah
minimal soal yang harus dikerjakan apabila setidaknya
ingin masuk dalam perhitungan ranking untuk dapat
lolos dalam ujian tulis USM STAN.
Sesuai dengan apa yang tertera di petunjuk umum pada
soal USM STAN, bahwasanya Nilai Mati diberlakukan pada
masing-masing bagian soal, baik itu pada Tes Potensi
Akademik maupun Tes Bahasa Inggris. Adik-adik akan
mendapat nilai mati jika salah satu bagian soal, jumlah
jawaban benar yang diperoleh adalah kurang dari 1/3
(sepertiga) jumlah soal untuk bagian tersebut. Dengan
bahasa sederhana, agar adik-adik tidak mendapatkan
nilai mati dalam USM STAN, maka adik-adik harus
mengerjakan soal dengan jumlah benar minimal 1/3
(sepertiga) dari jumlah soal tiap bagian yaitu TPA dan
TBI.
Jumlah soal dalam Tes Tertulis USM STAN sebanyak 180
soal, dengan presentase Tes Potensi Akademik sebanyak
120 soal dan Tes Bahasa Inggris sebanyak 60 soal.
Berdasarkan ketentuan nilai mati yaitu sebesar 1/3
(sepertiga) dari jumlah soal tiap bagian, maka TPA
dengan jumlah 120 soal tersebut minimal harus
dikerjakan sebanyak 40 soal benar (120 soal x 1/3).
Sedangkan untuk TBI dengan jumlah soal 60, maka
minimal harus mengerjakan 20 soal benar (60 soal x 1/3).
Ditegaskan di sini bahwa jumlah minimal yang dikerjakan
tersebut bukan berarti dikerjakan saja tanpa memikirkan
benar atau salahnya. Jumlah yang dikerjakan tersebut
harus benar semua. Sebagai contoh, apabila adik-adik
mengerjakan tepat 40 soal TPA namun jumlah yang
benar hanya berjumlah 35 soal, maka adik-adik tetap
terkena nilai mati. Di lain sisi apabila adik-adik
mengerjakan 100 soal dan hanya benar 50 soal, adik-
adik berarti lolos nilai mati. Jadi, jumlah tersebut harus
semuanya benar.
Syarat nilai mati tersebut juga harus diperhatikan secara
cermat. Nilai mati tersebut berlaku untuk semua bagian
tes tertulis, TPA maupun TBI. Itu berarti bahwa apabila
nilai TPA jumlah benar 120 soal, namun di sisi lain jumlah
TBI hanya benar 10 soal, maka adik-adik tetap mendapat
nilai mati dan tidak lolos dalam USM STAN begitupula
sebaliknya.
Jadi, untuk lulus nilai mati, peserta USM harus bisa
mengerjakan minimal 40 soal TPA dengan benar (1/3 x
120 soal) dan harus mengerjakan dengan benar minimal
20 soal Tes Bahasa Inggris (1/3 x 60 soal). Syarat nilai
mati ini harus adek-adek perhatikan secara cermat, dan
harus berhati-hati nanti.
Untuk lebih jelasnya mari kita ulas dalam poin-poin di
bawah:
Nilai mati adalah sebesar 1/3 dari jumlah soal.
Oleh karena itu, nilai mati untuk Tes Potensi Akademik
diberlakukan apabila jumlah benar kurang dari 40 soal
(120 soal x 1/3) dan 20 soal (60 soal x 1/3) untuk Tes
Bahasa Inggris.
Nilai mati berlaku dalam setiap bagian tes tertulis, baik
TPA maupun TBI
Nilai mati ini berlaku tidak hanya untuk satu bagian tes
tertulis, namun dikeduanya. Apabila TPA lolos nilai mati
namun di sisi lain TBI tidak lolos, maka adik-adik
dikatakan gagal dalam USM STAN.
Nilai mati harus dilewati peserta ujian tulis agar dapat
lulus dalam Ujian Tes Tulis
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa nilai
mati ini adalah syarat agar adik-adik dapat lolos dalam
ujian tulis STAN. Syarat yang harus dilalui.
Apabila nilai mati telah dilewati, apa berarti langsung
lolos tes tulis STAN?
Nah ini yang penting untuk dicermati bersama! Walaupun
nilai mati merupakan syarat agar bisa lolos USM STAN,
namun bukan berarti apabila adik-adik lolos nilai mati
secara otomatis akan lulus tes tulis STAN. Dengan lolos
nilai mati berarti adik-adik memiliki kesempatan untuk
masuk dalam pe-‘ranking’an nasional untuk menentukan
lolos atau tidaknya adik-adik ke tahapan selanjutnya.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak sebatas
lolos nilai mati saja, namun berusaha meraih nilai
setinggi-tingginya dengan memperhatikan jumlah soal
benar dan salah yang dikerjakan. Untuk informasi, nilai
benar pada tes tulis ini akan mendapat poin +4, poin -1
untuk jawaban yang salah, dan 0 apabila tidak
dikerjakan.
Nah, sudah paham kan mengenai nilai mati yang berlaku
di USM STAN? Untuk itu mulai dari sekarang adik-adik
harus lebih giat lagi dalam belajar tanpa lupa pula untuk
berdoa. Lulus dari nilai mati merupakan langkah awal,
namun yang terbaik adalah lulus nilai mati dan mendapat
skor yang setinggi-tingginya. Jadi, jangan lelah untuk
belajar yaa

0 Response to "Mengenal Aturan Nilai Mati Pada Tes USM PKN STAN"

Post a Comment